Breaking News
Sabtu, 20 Mei 2017

Diduga Menjadi Ajang Korupsi, Bendung Karet Cibama Tidak Berfungsi

BANTEN, HR - Pembangunan Sarana Air Baku Bendung Karet Cibama yang berlokasi di Kabupaten Pandeglang yang di bangun dari Tahun 2014-2016, yang bersumber dari APBN menghabiskan anggaran kurang lebih Rp40 milyar, yang dikucurkan melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian.

Bendung Karet Cibama
Bendung Karet Cibama sampai saat ini tidak berfungsi, berdasarkan hasil pantauan HR di lokasi banyak kejanggalan yang terjadi pada pembangunan proyek tersebut di antaranya, diduga telah terjadinya pengurangan volume di setiap item pekerjaan, seperti Jalan Inspeksi atau akses jalan masuk menuju lokasi sekitar tubuh Bendung Cibama masih dalam kondisi tanah merah, apa bila musim penghujan jalan tersebut akan becek dan sulit untuk dilalui menuju Bendung Cibama.

Tidak berfungsinya bantalan karet udara, perapian lokasi kerjapun tidak dilakukan sehingga kondisinya masih acak-acakan. Pekerjaan pintu air bagi sadap terkesan tidak ada, pemasangan pagar BRC di duga tidak sesuai dengan spesifikasi karena kondisinya saat ini di beberapa titik banyak yang copot, pemasangan bronjong kawat terkesan ada pengurangan volume. (Baca: Sejumlah Paket Di BBWS C3 Banten Diduga Bermasalah)

Berdasarkan gambar pekerjaan tahun 2016, ada pekerjaan rumah jaga, ternyata di lapangan tidak ada sama sekali, yang ada hanya bangunan rumah pompa, ini menjadi pertanyaan besar. Proyek pembangunan Bendung Karet Cibama, terindikasi telah terjadi dugaan persekongkolan antara pimpinan proyek dengan pihak rekanan yang di duga telah merugikan negara sampai milyaran rupiah, karena tidak adanya manfaat bendung karet Cibama yang di rasakan oleh warga sekitar.

Bendung Karet Cibama kondisinya saat ini sudah sangat memprihatinkan di beberapa titik lokasi telah terjadi pendangkalan serta banyaknya sampah yang nyangkut di bawah jembatan dan benda besi rongsokan berbentuk kontainer, sehingga menjadi penghambat, sehingga terlihat tumpukan sampah dan bambu di bawah jembatan penyeberangan bendung Karet Cibama.

Sementara tahun anggaran 2017, pemerintah kembali menganggarkan untuk pembangunan sarana air baku, bendung karet Cibama sebesar Rp 5 milyar, berdasarkan dokumen yang di uplod dari website Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR).

Sampai berita ini diturunkan, Sartono, ST selaku Satker dan Budi selaku PPK Pengembangan Air Baku, belum bisa dimintai keterangan, karena tidak pernah berada di kantor setiap hendak di konfirmasi. Menurut beberapa staf, Kasatker dan PPK saat ini sedang ada pemeriksaan oleh BPK.

Dihimbau kepada pihak penegak hukum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten atau Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), supaya segera turun tangan melakukan peneyelidikan terhadap pimpinan kegiatan maupun pihak rekanan. pun








Suka berita ini ! Silahkan KLIK DISINI.
Masukan email anda untuk berlangganan berita terkini gratis

0 komentar :

Posting Komentar

Sebaiknya anda berkomentar dengan bijak. DILARANG berkomentar berbau sex, sara, dan lainnya yang melanggar hukum.