Breaking News
Senin, 22 Mei 2017

Kadis Kominfo Ciamis: Virus WannaCry Mulai Mereda Tetap Saja Jadi Ancaman Serius

CIAMIS, HR - Kepala Dinas Komunikasi Informatika Kabupaten Ciamis, Aef Saefuloh,S.Sos, M.Si mengatakan, seluruh instansi publik strategis telah dihimbau lantaran serangan Virus WannaCry, agar meningkatkan kemampuan sistem pengamanan informasi.

Aef Saefuloh,S.Sos, M.Si
“Virus komputer jenis ransomware bernama WannaCry menjadi ancaman, bukan hanya bagi instansi publik setrategis bahkan bagi negara. Ini bentuk ancaman berupa proxy war dan cyber war yang digunakan pihak tertentu untuk melemahkan suatu negara”ungkap Aef Saefuloh kepada HR, Rabu (17/5) di kantornya.

Dijelaskannya Virus ini berbahaya karena sudah dikategorikan cyber terrorism (teroris siber) yang merupakan ancaman serius yang harus disingkapi semua unsur, mengingat kerugian yang ditimbulkan virus jahanam ini jika sistem informasi di komputer telah diserang, yaitu diantaranya kehilangan file-file penting.

Langkah bijak, ujar Aef Saefuloh, yaitu dengan mengubah paradigma sistem pengamanan informasi, pencegahan secara dini; melakukan serangkaian tindakan pencegahan penyebaran virus komputer ini adalah memutus jaringan komputer yang tersambung dengan internet.

“Seluruh pegawai di lingkungan Pemda Ciamis telah diintruksikan Diskominfo agar membackup seluruh data-data yang ada di komputer ke dalam perangkat lain yang lebih aman, dan dibiasakan tidak klik sembarangan, baik file maupun situs web untuk mencegah virus,”katanya.

Diketahui kini serangan WannaCry yang sudah mengunci lebih dari 100 ribu komputer, mulai mereda. China dan negera Eropa menjadi negeri terbanyak yang terserang virus ini. Sementara Indonesia, virus menjalar di empat titik di pulau Jawa. Selain Jakarta, terdeteksi Jogjakarta dan Surabaya. abraham/dm









Suka berita ini ! Silahkan KLIK DISINI.
Masukan email anda untuk berlangganan berita terkini gratis

0 komentar :

Posting Komentar

Sebaiknya anda berkomentar dengan bijak. DILARANG berkomentar berbau sex, sara, dan lainnya yang melanggar hukum.