Breaking News
Kamis, 18 Mei 2017

Pekerjaan Picing Jalan As Lagan Ilir - Mendahara Ilir Keriting Hancur Lagi

TA 2016 Pernah Dikerjakan dengan Anggaran Rp 2 Miliar

TANJAB TIMUR, HR - Jalan As penghubung dari Desa Lagan Ilir menuju ke Kelurahan Mendahara Ilir selaku Ibu Kota Kecamatan Mendahara sangat memprihatinkan dan mengkuatirkan bagi para masyarakat yang berlalu lalang, apalagi yang menggunakan/memakai kendaraan roda 2. Sebabnya kondisi dan keadaan badan jalan banyak sekali terdapat lobang-lobang.

Menurut beberapa masyarakat yang mengunakan kendaraan roda 4 maupun roda 2 sulit sekali untuk menghindari lobang-lobang, karena hampir di setiap ruas badan jalan ada lobang-lobang.

Ditempat yang sama menurut salah seorang Pimpinan Teras Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lentera yang tidak mau menyebutkan jati dirinya menuturkan pada HR, dulu jalan dari Desa Lagan Ilir menuju Ibu Kota Kecamatan Mendahara bagus dan beraspal, memang ada terdapat lobang, tapi tidak banyak.

“Setelah adanya pekerjaan jalan dengan istilah Picing, dikerjakan menjelang akhir tahun 2016, diduga menggunakan APBD lebih kurang dua milyar, malah jalannya bukan bertambah bagus, bahkan semakin hancur dan keriting-keriting. Kalau keriting pada rambut manusia, bisa bergaya dan cantik, tapi jika jalannya banyak terdapat lobang-lobang/keriting, maka manusianya bisa celaka dan berbahaya,”katanya.

Menurutnya didalam melaksanakan pekerjaan tidak kelihatan listplang atau papan merek, sehingga tidak tahu PT maupun CV apa yang mengerjakannya? dan siapa yang harus bertanggung jawab. Dan apakah jenis pekerjaan Picing ini !

“Untuk membaguskan jalan atau untuk menghancurkan jalan ?. Jika memang ada jenis kegiatan penghancur jalan, maka habis sia-sialah uang rakyat, baik melalui APBD maupun APBN. Dengan adanya hal ini saya menghimbau serta mengajak para elemen masyarakat mari kita sama-sama mengawasi apapun kegiatan proyek yang masuk ke daerah kita, baik itu dari dana APBN maupun APBD,”ujarnya.

Itu adalah uang rakyat dan jangan sampai pihak kontraktor semena-menanya melakukan pekerjaan (asal jadi). Dan yang rugi adalah kita (masyarakat),”pungkas salah seorang pimpinan LSM Lentera yang sering kali melalui jalan ini. jibar







Suka berita ini ! Silahkan KLIK DISINI.
Masukan email anda untuk berlangganan berita terkini gratis

0 komentar :

Posting Komentar

Sebaiknya anda berkomentar dengan bijak. DILARANG berkomentar berbau sex, sara, dan lainnya yang melanggar hukum.