Breaking News
Rabu, 18 Oktober 2017

Kegiatan Optimalisasi Rusunawa Rumbai Milik Orang Besar

PEKANBARU, HR - Rumah susun Rumbai yang telah lama mangkrak berlokasi di Kota Pekanbaru, tepatnya di Jalan Yos Sudarso Kecamatan Rumbai Pesisir, kini mulai dimatangkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya, mengalokasikan anggaran untuk kegiatan fisik berupa perbaikan akses masuk dan halaman rumah susun.

Program pekerjaan tersebut bernama kegiatan Optimalisasi Rusunawa Rumbai Kota Pekanbaru. Berdasarkan hasil lelang di LPSE Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, CV. Cahaya Bumi Indonesia menjadi pemenang atas kegiatan tersebut dengan Nilai Kontrak Rp 783.507.000.

Berdasarkan temuan HR dilapangan, ternyata dilakukan pembongkaran atas konblok eksisting, sementara diketahui rusun tersebut sama sekali belum pernah difungsikan. Fakta lapangan berikutnya adalah besar diameter dari kayu cerucuk dimana ada yang bahkan hanya berdiameter 7 cm.

Bertepatan disaat penyedia melakukan pengecoran atas pondasi turap, HR ada dilokasi kegiatan, sehingga HR menyaksikan jelas dimana penyedia melakukan pengecoran tanpa melakukan pengeringan atas genangan air dan lumpur yang ada di pondasi turap.

Pekerja kegiatan menerangkan kalau tidak ada masalah karena disaat semen coran ditumpahkan, maka lumpur dan air akan terdorong dan begitulah yang mereka lakukan selama ini.

“Gak apa-apa, kan kalau semen dituang lumpur dan airnya akan terdorong. Toh dari awal juga begitu kami lakukan, kan gak mungkin kita kuras lumpurnya,” kata pekerja kepada HR.

Sewaktu HR asik mendokumentasikan pekerjaan pengecoran pondasi di lumpur, datang dua pria yang bertepatan di hari sebelumnya sewaktu HR mendokumentasi papan proyek, kedua pria itu ada dibelakang papan proyek.

Salah seorang pria itu menganjurkan agar HR tidak datang lagi untuk melakukan pendokumentasian di lokasi tersebut, dengan alasan sama-sama mencari makan. Pria tersebut juga mengatakan kalau kegiatan tersebut adalah milik orang besar serta mencatut nama ormas berskala nasional.

“Janganlah datang-datang lagi mengambil gambar di sini, semua pekerjaan sesuai gambar, kok. Lagi pula ini proyek orang besar dan kita juga masuk G (nama salah satu LSM) juga masuk Ormas P, jadi biar sama-sama enak kita, ya,” kata pria itu dengan nada sedikit tidak nyaman dengan keberadaan HR di lokasi kegiatan.

Kemudian pria itu mendokumentasikan ID Card HR, “nanti aku tanyakan ke temanku yang wartawan.” ti/naga







Suka berita ini ! Silahkan KLIK DISINI.
Masukan email anda untuk berlangganan berita terkini gratis

0 komentar :

Posting Komentar

Sebaiknya anda berkomentar dengan bijak. DILARANG berkomentar berbau sex, sara, dan lainnya yang melanggar hukum.