Breaking News
Minggu, 01 Oktober 2017

Nasir Abas Hadir di Balikpapan

BALIKPAPAN, HR – Nasir Abas yang dulu seorang teroris pernah menjadi panglima di Afganistan, hadir untuk mengisi Seminar Paguyuban di Balikpapan, Sabtu (30/9), di Hotel Grand Mustika. Seminar tersebut dihadiri seluruh paguyuban di Balikpapan yang tergabung dalam Forum Komunikasi Paguyuban Balikpapan dibawah pimpinan Leo Sukoco.

Dalam seminar ini ada tiga pembicara yakni Binmas Polres Balikpapan dan Dandim. Puncaknya, Nasir Abas memberi kesaksian dirinya yang lahir di Singapura, pernah menjadi teroris, dan hal itu memukau para hadirin.

Nasir yang tidak pernah sekolah resmi ini mengutarakan banyak hal sehingga sekarang ini dia menginsyafi kalau jalan yang pernah ditempuhnya itu salah.

"Perjalanan saya hanya tahu bahwa saya Islam dan terus didaulat bahwa orang lain itu musuh kita," kata Nasir.

Dengan membagi pengalamannya Nasir seringkali mendapat pertanyaan yang tak disangka. Kadang audiennya bertanya dengan nada marah, tetapi dijawabnya dengan tenang. Akan tetapi dulu dia juga emosi karena yang tanya dengan suara tinggi dan emosi.

"Dulu saya juga terpancing emosi tapi sekarang sudah tidak lagi," jawab Nasir.

Kegiatan Nasir untuk mengajak teman lainnya para teroris insyaf sudah dilakukan sejak tahun 2004, dan hasilnya juga sudah lumayan.

Kegiatan seminar ini sering dilaksanakan oleh Forum Komunikasi Paguyuban Balikpapan (FKPB) ini sangatlah positif, mengingat di Balikpapan yang terdiri bermacam-macam suku ini rawan konflik dengan sering digelarnya seminar kebangsaan menambah erat tali silaturahmi antar suku di Balikpapan.

"Untuk memberikan pencerahan serta menambah erat silaturahmi, kami mengadakan seminar kebangsaan serta lainnya untuk mempertebal rasa persatuan antar suku di Balikpapan," kata Leo, panggilannya. lik







Suka berita ini ! Silahkan KLIK DISINI.
Masukan email anda untuk berlangganan berita terkini gratis

0 komentar :

Posting Komentar

Sebaiknya anda berkomentar dengan bijak. DILARANG berkomentar berbau sex, sara, dan lainnya yang melanggar hukum.