Breaking News
Sabtu, 14 Oktober 2017

Penyerahan Penghargaan dari MPR RI kepada STAI Persis Garut

GARUT, HR - Dalam rangka sosialisasi pemahaman terhadap generasi penerus dan masyarakat, Kamis (12/10) STAI Persis Garut, Jawa Barat, menggelar kegiatan sosialisasi empat pilar MPR RI (Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI) di Kampus STAI Persis Garut Jl. Arujikartawinata Desa Jayaraga Kec. Tarogong Kidul Garut.

Dalam kesempatan tersebut turut hadir Ketua STAI Persis Garut KH. Aceng Zakaria, Ketua PD Persis Garut H. Ena Sumpena M.Pdi, Ketua MPR RI Dr. (H.C) H. Zulkifli Hasan, SE, M.M yang diwakili oleh Ketua komisi VIII DPR RI Dr. M. Ali Taher SH. MH, Muspida, para aktivis Mahasiswa se Garut, pondok pesantren, para PC persis, BEM, dan masyarakat setempat.


Ketua Komisi VIII DPR RI Dr. M. Ali Taher SH. MH mewakili Ketua MPR RI Dr. (H.C) H. Zulkifli Hasan, SE, M.M yang berhalangan hadir karena benturan acara yang sama di daerah Kabupaten Garut mengatakan, dalam membangun Negara pembentukan karakter sangatlah penting, Dalam UUD alinea 2 perjuangan kemajuan kemerdekaan haruslah mewarisi kebutuhan dari nilai nilainya, MPR menyadari akan pentingnya keutuhan bangsa dimana akhlak merupakan acuan tolak ukur kemajuan bangsa, pandangan ideologis agama harus bisa menjadi pandangan bagi pembangunan Negara yang kita cintai yakni NKRI, Islam harus memberi warna dalam memajukan dan menjaga keutuhan suatu Negara, dengan kata lain Pancasila sebagai dasar dan ideologi Negara, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI sebagai bentuk negara.

M. Ali Taher menambahkan, mari kita teruskan perjuangan para pejuang yang sudah gugur dalam mempertahankan dan menjaga NKRI, maka dari itu, diminta kepada TNI POLRI agar dapat menjaga dan mempertahankan perjuangan tersebut atas nama konstitusi. Tandasnya. deni







Suka berita ini ! Silahkan KLIK DISINI.
Masukan email anda untuk berlangganan berita terkini gratis

0 komentar :

Posting Komentar

Sebaiknya anda berkomentar dengan bijak. DILARANG berkomentar berbau sex, sara, dan lainnya yang melanggar hukum.