Breaking News
Sabtu, 14 Oktober 2017

Pesan untuk Natuna dari “Mantan Guru” Hamid Rizal

NATUNA, HR – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Natuna ke - 18 yang diperingati setiap 12 Oktober 2017, Pemkab Natuna mendatangkan tamu khusus, yakni Prof Dr Ryaas Rasyid, seorang pakar otonomi daerah, pemerintahan, sekaligus politikus. Nama Ryaas Rasyid di dunia pemerintahan dan perpolitikan sudah sangat umum didengar, begitu pula bagi Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal.

Prof Dr Ryaas Rasyid turut mendampingi
Bupati Natuna dalam penyerahan penghargaan
Satyalencana Karya Satya.
Pertemuan Ryaas Rasyid dan Hamid Rizal merupakan nostalgia antara guru dan muridnya, disebut demikian karena Bupati Hamid Rizal merupakan lulusan Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) Jakarta pada tahun 1982, adalah murid dari Ryaas Rasyid saat masih menjabat dosen di IIP.

Dalam peringatan Hari Jadi Kabupaten Natuna, Prof Ryaas Rasyid sengaja diundang untuk memberikan arahan terkait pemerintahan dan pembangunan Natuna, sekaligus menyaksikan penganugerahan penghargaan Satyalencana Karya Satya kepada 401 Aparatur Sipil Negeri Pemda Natuna, di Gedung Sri Srindit, Ranai, Kamis (12/10).

dalam Sambutannya, Bupati Natuna menceritakan masa mudanya saat masih mengenyam pendidikan di IIP Jakarta. Dikatakan Hamid Rizal, sosok Ryaas Rasyid adalah tokoh panutan, sebagai guru sekaligus orang tuanya. Maka dari itu, dalam kesempatan tersebut, Bupati Hamid pun meminta pengarahan dari “mantan guru”nya tersebut untuk pembangunan Kabupaten Natuna.

Bagi Ryaas Rasyid, memberikan pengarahan perihal pemerintahan sudah menjadi hal yang lumrah baginya, karena arsitek otonomi daerah yang meraih gelar doktor dari Universitas Hawaii, Amerika Serikat ini, sudah biasa menjadi teman diskusi para kepala daerah di organisasi Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) dan Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI).

Dalam pengarahannya, Ryaas Rasyid yang baru pertama kali menginjakkan kakinya di Kabupaten Natuna pun mengungkapkan kekagumannya akan keindahan alam setempat, dirinya mengaku betah jika harus berlama-lama tinggal di Natuna.

“Natuna ini indah, udaranya masih segar nggak kayak di Jakarta sana. Kalau di Natuna ini kita nggak akan stress, begitu sampai di Natuna saya merasa sehat, saya dari kemarin berkeliling terus melihat alam sekitar, pokoknya umur kita bisa lebih panjang kalau tinggal di Natuna,” ujarnya.

Setelah bercerita panjang lebar tentang pengalaman dan perjalanan karirnya, pria yang masih aktif sebagai Staf Khusus Menteri Polhukam ini, berpesan kepada Pemda Natuna untuk menjaga kelestarian alam Natuna, dan harus membuat kerangka acuan dalam melakukan pembangunan sehingga tidak kebablasan.

“Alam Natuna ini musti dijaga, harus ada kerangka acuan biar tidak kebablasan dalam pembangunan, jangan sampai Natuna ini dijadikan daerah industri, karena kalau sudah jadi daerah industri pasti rusak alamnya akibat polusi,” ujar Ryaas.

Menurutnya, Natuna dapat mencontoh Kepulauan Hawai di Amerika Serikat, daerah yang kaya dan maju walaupun tidak ada industrialisasi di daerah tersebut.

“Natuna bisa mencontoh Hawai, disana itu sampai saat ini tidak ada industri, jadi untuk menggantikan industri, masyarakat disana berkebun dan menjual pariwisatanya, mereka juga menjaga budaya tempatan,” ungkap Ryaas berbagi pengalamannya selama 4 tahun di Hawai.

Sebagai daerah kepulauan, lanjut Ryaas, Natuna sangat cocok dikembangkan sektor pariwisatanya dengan menonjolkan kearifan budaya tempatan. Meskipun saat ini Natuna menjadi salah satu base pertahanan dan keamanan, namun masyarakat tidak perlu takut daerahnya tidak bisa berkembang.

Pertahanan dan keamanan di Kepulauan Natuna bagi Ryaas sendiri memang sangat perlu ditingkatkan, hal ini mengingat letak Natuna yang sangat strategis dan juga rawan konflik. Dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia, Natuna satu-satunya daerah terdepan Indonesia yang berbatasan langsung dengan lebih dari 2 negara tetangga.

“Pertahanan dan keamanan di Pulau Natuna ini sangat diperlukan, terutama penguatan di laut dan udaranya, kalau bisa Akademi Angkatan Laut dipindahkan saja di sini,” kata Ryaas disambut tepuk tangan tamu undangan dalam acara tersebut.

Terkait wacana Kabupaten Natuna menjadi Provinsi Khusus, Ryaas pun mengungkapkan wacana tersebut kemungkinan besar akan terwujud. Karena dengan dijadikannya Kabupaten Natuna sebagai base pertahanan dan keamanan, secara otomatis kewenangan daerahnya juga harus meningkat menjadi Provinsi.

“Saya rasa keinginan Natuna ingin menjadi Provinsi, sangat mungkin terwujud, sebab daerah ini secara geografis sangat mendukung, berada diperbatasan dan dihapit oleh beberapa negara asing. Provinsi bisa lebih cepat dalam pembangunan suatu daerah dan memperpendek rentang kendali,” ujarnya. fian







Suka berita ini ! Silahkan KLIK DISINI.
Masukan email anda untuk berlangganan berita terkini gratis

0 komentar :

Posting Komentar

Sebaiknya anda berkomentar dengan bijak. DILARANG berkomentar berbau sex, sara, dan lainnya yang melanggar hukum.