Breaking News
Sabtu, 04 November 2017

Diduga Banyak Parkir APBD di Bank, Mahasiswa Lakukan Aksi di Kantor Bupati Tangerang

TANGERANG, HR - Pada 02 November 2017 Kompol Drs Dodid P sedang menegahi keributan mahasiswa dengan Satpol PP, aksi mahasiswa yang lakukan orasi di depan gedung kepemerintahan Bupati Kab Tangerang dipicu rasa kekesalan selama berorasi tidak mendapatkan tanggapan dari pihak Bupati Tangerang.

Kamis (02/11) sejumlah mahasiswa yang lakukan orasi di depan gedung pemerintah Bupati Tangerang merasa kesal setelah sekian jam beroasi dalam tuntutan klarifikasi perihal penyerapan dana APBD diduga Kabupaten Tangerang menjadi urutan pertama di Indonesia yang paling banyak memarkirkan dana APBD di bank.

Rasa kesal sehingga para mahasiswa yang terhimpun FAM Tangerang (Forum Aksi Mahasiswa Tangerang), tidak mendapatkan tanggapan memaksa untuk masuk ke gedung Bupati Tangerang terhalangi oleh jajaran Satpol PP kabupaten Tangerang terjadi aksi dorong mendorong. Juga, sempat menajadi keributan sehingga salah satu mahasiswa ada yang terluka.

Merasa rekannya terluka mahasiswa semakin meluap emosinya, sehingga mahasiswa dan Satuan Satpol PP saling adu fisik, kericuhan dapat diatasi dan redam setelah Kapolsek Tigaraksa melerai insiden tersebut. Kompol Drs Dodid P melerai dan memberikan arahan kepada Satuan Satpol PP dan sejumlah puluhan mahasiswa.

Sebelumnya, Dodid sangat menyayangkan insiden tersebut, selaku almamater wilayah sangat mengahargai aspirasi mahasiswa yang sangat peduli dan sebagai pemuda pemudi penerus bangsa yang notabene berharap sebagai penerus generasi bangsa.

Dodid memediasi dengan mahasiswa yang akan siap menjebatani tentang tuntutan dari FAM Tangerang, setelah mendengar pemaparannya cukup diterima, sehingga aksi meredam sampai menunggu kedatangan dari atau yang mewakili (Sekda) untuk memberikan penjelasan. linda








Suka berita ini ! Silahkan KLIK DISINI.
Masukan email anda untuk berlangganan berita terkini gratis

0 komentar :

Posting Komentar

Sebaiknya anda berkomentar dengan bijak. DILARANG berkomentar berbau sex, sara, dan lainnya yang melanggar hukum.