Breaking News
Rabu, 08 November 2017

Pemkab Gowa Napak Tilas Pahlawan Nasional

GOWA, HR - Tahun ini Pemkab Gowa terus berlanjut menelusuri jejak pahlawan nasional. Hal ini diungkapkan Kepala UPTD KKN Unhas, Dr. Hasrullah selepas menemui Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan di Kantor Bupati Gowa, Rabu (8/11/2017).

“Bupati Gowa sangat responsif dan berkomitmen dalam keberlanjutan penelusuran jejak pahlawan nasional kebanggaan orang Gowa. KKN internasional ini merupakan angkatan ke- II,” urai Hasrullah.
Rombongan KKN Internasional angkatan ke II napak tilas jejak Syekh Yusuf di Cape Town Afrika Selatan jadwalnya akan berangkat awal Desember tahun ini.

“Jika tahun lalu kami langsung ke Cape Town maka tahun ini kami sementara menjajaki agar bisa lewat Srilangka. Hasil perjalanan tahun lalu menemukan kalau Syekh Yusuf juga meninggalkan jejak di Srilangka,” tambah dosen Komunikasi Unhas.

Dalam audience ini pihak UPTD KKN Unhas juga mengharapkan keikutsertaan Bupati Gowa bersama peserta rombongan KKN Internasiolan mengunjugi Cape Town Afrika Selatan.

“Pihak Unhas sangat berterima kasih program ini bisa terus berkesinambungan bahkan program KKN Internasional ini menjadi salah satu KKN fenomenal yang diadakan oleh Unhas. Dukungan Pemkab Gowa tidak main-main dalam kesuksesan program penelusuran jejak Syekh Yusuf,” tegas Hasrullah.

Selain melakukan penelusuran jejak di Cape Town Afsel, peserta KKN juga melakukan serangkaian perjalanan diantaranya di Kabupaten Gowa, Banten dan Cape Town dan kembali ke Gowa untuk merampungkan hasil perjalanan mereka.

“Peserta KKN Internasional ini tidaklah sembarang, mereka harus melewati seleksi ketat dikampus. Mahasiswa tidak sekedar diharapkan mampu membuat jurnal kegiatan bahkan hasil penelusuran ini akan dikumpulkan dan diterbitkan menjadi buku,” jelas Ketua UPTD KKN menutup pembicaraan. kartia






Suka berita ini ! Silahkan KLIK DISINI.
Masukan email anda untuk berlangganan berita terkini gratis

0 komentar :

Posting Komentar

Sebaiknya anda berkomentar dengan bijak. DILARANG berkomentar berbau sex, sara, dan lainnya yang melanggar hukum.